Search
Close this search box.

Oknum Pegawai BNI Diduga Bawa Lari Uang Rp 7,7 Miliar

Daftar Isi Berita

MANADO, Rakyat Sulawesi — Seorang pegawai Bank BNI Cabang Manado, Jolly Ferry Mumek (47), membawa lari uang milik bank tersebut sebesar Rp 7,7 miliar. Hingga kini, keberadaan Jolly yang ditugaskan dalam tim Pickup Cash Unit itu belum diketahui.

“Kejadiannya kemarin (Kamis, 2/1/2013, red). Dia memang bertugas mengumpulkan uang dari kantor-kantor layanan BNI. Saat kejadian, dia bersama tiga orang lainnya, satu aparat polisi, satu satpam yang bertugas mengawal, dan satu lagi sopir,” ujar Pemimpin BNI Wilayah Manado, Hermita SH MM.

Baca:

Jolly diketahui telah melarikan diri bersama uang tersebut saat tim mereka sedang mengambil uang di KLN BNI Mantos sekitar pukul 17.35 Wita. Waktu itu, mereka berempat masuk ke KLN BNI yang berada di Mantos Satu. Sewaktu berada di dalam Mantos, Jolly meminjam kunci mobil dari sopir. Saat petugas polisi dan satpam ingin mengecek mobil untuk mengangkut uang dari KLN BNI Mantos Satu, mobil sudah tidak berada di tempat parkir.

“Mereka sebelumnya sudah mengambil uang dari KLN BNI di Amurang, Ranotana, Bahu, dan Mantos Dua. Dari data uang yang dia kumpulkan, ada sekitar Rp 7,7 miliar. Yang di KLN BNI Mantos Satu belum sempat diangkut ke dalam mobil. Mobil yang digunakan merupakan mobil rental dari vendor jenis Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi DB 1006 AP,” ujar Head of Network and Service BNI Wilayah Manado, Maja Bakara.

Maja menjelaskan, dari prosedur keamanan, pihaknya sudah menerapkan standar yang diberlakukan. Setiap hari tim selalu diacak sehingga meminimalkan ada orang yang sama dalam satu tim. Rute pengambilan uang juga ikut diacak. “Dia pegawai kami, sudah 26 tahun di BNI,” tambah Maja.

Kini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polda Sulut. Dari informasi yang dihimpun, polisi saat ini sedang memburu Jolly. Diperkirakan Jolly melarikan diri ke Gorontalo dan Makassar. Baik Maja maupun Hermita mengakui bahwa ini merupakan kasus pertama yang dialami BNI Wilayah Manado. Hermita menjamin kasus kehilangan uang sebesar Rp 7,7 miliar tersebut tidak memengaruhi kinerja bank yang dia pimpin.

“Uang nasabah aman, jangan takut, kami menjaminnya, Anda bisa cek sendiri. Kami juga tidak toleransi dengan perbuatan tersebut. Kita langsung ambil tindakan tegas, lapor ke polisi,” tegas Hermita.[Sumber:kompas]

Berita Terkait Lainnya

3 Cara Mengatasi Rasa Sakit Gigi Melalui Pijatan
Enam Obat Racikan Rumahan Untuk Mengatasi Sakit Gigi
30 Daftar Alamat Kantor Asuransi Kesehatan di Indonesia
Panduan Lengkap Bagaimana Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat
15 Manfaat Yang Diperoleh dari Asuransi Kesehatan
5 Rekomendasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Jogja
Memaknai Hakikat Perempuan Hebat dari Sosok Mooryati Soedibyo: Empu Jamu Indonesia hingga Menjadi Wakil Rakyat
Mooryati Soedibyo Tutup Usia
Polda Sulbar Perketat Pengamanan Selama Kunjungan Presiden Joko Widodo
Polda Sulbar Perketat Pengamanan Selama Kunjungan Presiden Joko Widodo
Pemerintah Waspadai Penyebaran Penyakit Arboviral
Pemerintah Waspadai Penyebaran Penyakit Arboviral
Yudhianto Mahardika Dapat Dukungan Emak-emak Gemoy dan Kerabat
Kerabat Yudi Dan Emak-Emak Gemoy Kendari Bersihkan Lingkungan Rawan Banjir
Yudhianto Mahardika Dapat Dukungan Emak-emak Gemoy dan Kerabat
Yudhianto Mahardika Dapat Dukungan Emak-emak Gemoy dan Kerabat
Ganjar-Mahfud Adakan Pertemuan Tertutup Bersama Ketua Umum Partai Koalisi
Ganjar-Mahfud Adakan Pertemuan Tertutup Bersama Ketua Umum Partai Koalisi
MK Pastikan Jokowi Tak Melakukan Nepotisme Terkait Posisi Gibran
MK Pastikan Jokowi Tak Melakukan Nepotisme Terkait Posisi Gibran
DPD IPK Asahan Miliki Kantor Sendiri
DPD IPK Asahan Miliki Kantor Sendiri
Rekomendasi-Sewa-Laptop-di-Jogja
13 Rekomendasi Sewa Laptop di Jogja, Deadline Besok Gak Jadi Masalah
Apple Watch X Terbaru Bisa Deteksi Sleep Apnea
Apple Watch X Terbaru Bisa Deteksi Sleep Apnea
2-P55-1
Juli, Labuan Bajo Punya Resor Mewah Baru
Final-Planning-Conference-
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
8 Proyek Jalan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar dan Perumda Parkir Makassar Masih Jadi PR
Jukir Liar dan Perumda Parkir Kota Makassar Masih Jadi PR
Terkait Jukir Liar dan Raibnya Helm Dinas TNI di Pasar Sentral
Perumda Parkir Makassar: Terkait Jukir Liar dan Raibnya Helm Dinas TNI di Pasar Sentral