“Culinary Night” 2016 Dinas Pariwisata Makassar Berlangsung Meriah

RAKYAT SULAWESI–Makassar, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar menggelar acara spesial bertajuk “Makassar Culinary Night (MCN)” yang dipusatkan di Jalan Balaikota Makassar.

Ketua Panitia sekaligus Kabid Promosi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Makassar, Muhammad Roem, mengatakan, untuk pelaksanaan yang keempat kalinya pada tahun ini akan dibuat lebih matang demi memaksimalkan kegiatan.

“Tiga pelaksanaan sebelumnya mendapat respon yang begitu tinggi drai masyarakat. Untuk penyelenggaraan tahun ini, kami tentunya tetap percaya diri dengan dukungan seluruh pihak maka acara kita ini akan kembali sukses,” ujarnya di Makassar, Senin (4/4).

Pada tiga penyelenggaraan sebelumnya masing-masing mengangkat tema yang berbeda yakni MCN Balaikota, MCN Ramadhan dan MCN Celebration 408) yang seluruhnya dilaksanakan pada 2015.

Sementara untuk pelaksanaan tahun ini, kata dia, pihaknya mengambil tema ” Taste 4 Ethnics” sebagai bentuk edukasi mengenai keberagaman etnis di Sulawesi Selatan.

Maka dari itu, konsep termauk tenant juga akan lebih berbeda dan dibagi dalam empat area yakni masing-masing Makassar, Bugis, Mandar dan Toraja dengan mini gate disetiap arena yang akan didesain mengikuti coreak masing-asing etnis.

“Kita sengaja mengambil tema empat etnis untuk mengakomodir setiap suku yang ada di Sulsel. Ini juga untukbisa menarik lebih banyak pengunjung pada acara yang kita mulai pada pukul 13.00 Wita hingga 01.00 Wita,” jelasnya.

Panitia Makassar Culinaru Night, Mistri menambahkan acara spesial ini akan lebih menarik dan meraih dengan hadirnya beberapa pengisiacara diantaranya pelanmpilan dari “One Man Show” oleh Fandee (Just Be Good) dan DJ Performance dari Tronick DJ School.

Ia menjelaskan, menyadari masyarakat membutuhkan tempat yang lebih nyaman untuk berlama-lama di area MCN, maka pihkanya sengaja enyiapkan fasilitas “santai crner” dengan fasilitas sofa/bean bag untuk para pengunjung.

Pelaksanaan MCN 2016 ini juga diperuntukkan bagi seluruh kalangan masyarakat. Pihaknya juga sengaja membatasi jumlah peserta yakni sebanyak 40 dari 200 peserta yang mendaftar untk bisa ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Jumlah peserta sejak dibuka memang sudah membludak. Namun karena keterbatasan area sehingga kita batasi hingga 40 peserta atau tenant saja,” ujarnya.[***]