Pembuatan website unlimited murah
Search
Close this search box.
Rakyat Sulawesi Jasa Pembuatan dan penayangan Artikel berita Seo

26 Legislator Diduga Terlibat Korupsi Bansos Sulsel

MAKASSAR,  – Koordinator Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi Selatan, Abdul Mutalib mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel menuntaskan kasus korupsi dana bantuan sosial tahun 2008 senilai Rp 8,8 miliar. Menurutnya, penyidik Kejati sudah menetapkan Sekretaris Daerah Sulsel, Andi Muallim sebagai tersangka. Namun Kejati didesak harus mengusut aliran dana yang diterima 26 legislator.

“Kasus ini kan sudah lama dan penetapan tersangka Andi Muallin itu masih lamban. Kenapa bukan dari dulu, padahal modus dan siapa pihak yang layak jadi tersangka, kejaksaan sudah mengetahuinya semua. Soal sejumlah nama legislator yang terlibat itu kan rangkaian kasus bansos dan harus diusut tuntas,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum dan Politik (LP-Sibuk) Sulsel, Djusman AR. Dia meminta penyidik Kejati memeriksa dan menjadikan 26 legislator tersangka korupsi dana bantuan sosial Sulsel.

“Jangan hanya sampai Sekprov Sulsel, tapi Kejati juga harus menyeret 26 legislator penerima dana korupsi itu,” pintanya.

Penetapan Sekprov Sulsel, Andi Muallim sebagai tersangka korupsi Bansos menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Bahkan, puluhan pendemo yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi berunjukrasa di kantor Kejati Sulselbar di Jalan Urip Sumoharjo. Dalam tuntutannya, pendemo mendesak penahanan Andi Muallim dan menetapkan tersangka lainnya penerima dana bansos.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kejati Sulselbar) akan menindaklanjuti fakta-fakta persidangan dan putusan pengadilan setelah menetapkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim sebagai tersangka korupsi bansos.

“Yang jelas, kami penyidik akan menindaklanjuti semua fakta persidangan dan putusan pengadilan yang memvonis Anwar Beddu selama 15 bulan penjara,” singkat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar, Gerry Yadid saat ditemui di kantornya, Rabu (30/10/2013).

Dalam amar putusan Pengadilan Tipikor Makassar, sejumlah nama ikut disebut bertanggungjawab, mulai dari Sekprov Sulsel sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Andi Muallim, mantan Kepala Biro Keuangan Yushar Huduri, mantan Kepala Biro Kesejahteraan Agama dan Pemberdayaan Perempuan (KAPP) Andi Sumange Alam dan Ilham Gazaling. Semuanya merupakan berstatus sebagai pengelola anggaran dana bansos.

Selain itu, dalam fakta persidangan, terungkap sejumlah nama anggota DPRD Sulsel dan Makassar maupun mantan anggota DPRD Sulsel yang turut menerima aliran dana bansos. Terungkap pula adanya 200 lebih lembaga fiktif penerima bansos yang sebagian adalah milik anggota DPRD. Di antara 26 legislator dan mantan legislator yang disebut sebagai penerima dana bansos yaitu Ketua DPRD Sulsel Muh Roem, Wakil Ketua Andry Arief Bulu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Doddy Amiruddin dan Muchlis Panaungi.

Dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ada nama Dan Pongtasik, politisi Partai Golkar Yaqkin Padjalangi, Burhanuddin Baharuddin serta politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Zulkifli, serta politisi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Adil Patu.

Berita Terkait Lainnya

abstract-futuristic-blue-digital-art-wallpaper-preview
WhatsApp Image 2024-07-01 at 13.39
Laptop ROG Strix Scar 18: Nikmati Pengalaman Bermain Game Anda
IMG-20240623-WA0004
ARRIBA-1
ARRIBA-1
GOR UNHAS JK Arenatorium: Tempat Olahraga Terkemuka di Makassar
GOR UNHAS JK Arenatorium: Tempat Olahraga Terkemuka di Makassar
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Strategi "Smart City" Menuju Kota Dunia: Menggapai Puncak Global
Strategi "Smart City" Menuju Kota Dunia: Menggapai Puncak Global
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Asripan Nani Lantik Pengurus BAZNAS Kotamobagu Periode 2023-2028
Resmi! La Ode Darwin Diusung Partai NasDem Tarung Pilkada Mubar 2024
Yudhianto Mahardika Dapat Dukungan Emak-emak Gemoy dan Kerabat
Bakal Calon Bupati Sumarling Majja Optimis di Pilkada Kolaka Utara
05-31-24_GHIW_Villa-Patio-Rendering__thumbnail_2-1
Tepis Isu yang Beredar, La Ode Asrafil: Saya Tetap Solid Bersama Bachrun Labuta di Pilkada Muna
9 Rekomendasi Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Solusi Terbaik untuk Masalah Tulang dan Cedera
Partai Perindo Berikan Surat Tugas ke Yudhianto Mahardika Maju Cawalkot Kendari
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Event-di-Jogja-Bulan-Juli-2024-1
Info Event di Jogja Bulan Juli 2024, Gak Dateng Rugi!
uii
Tak Lolos UGM Jangan Galau, Simak Rekomendasi 7 Universitas Swasta Terbaik di Jogja yang Diakui Dunia
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Dinas PU Makassar
Dinas PU Makassar
Kontainer Digembok, Warga Butung Sesalkan Sikap Lurah Butung Kota Makassar
Kontainer Digembok, Warga Sesalkan Sikap Lurah Butung Kota Makassar
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Skip to content