Sulsel Bangun Dua Instalasi Air Minum di Makassar

Sulsel Bangun Dua Instalasi Air Minum di Makassar, Ide Gubernur Nurdin Abdullah seketika muncul saat melihat tim BPPT di Pulau Dewata Bali.

Rakyat Sulawesi | Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera membangun instalasi air siap minum di dua pulau di Makassar, yakni Langkai dan Lajukang.

Kedua pulau itu telah masuk dalam perencanaan pembangunan instalasi air bersih pada 2021 mendatang oleh Pemprov Sulsel.

Dua lagi kita akan beri instalasi air bersih, rencananya ke pulau terluar, urai Nurdin.

Harganya tidak begitu mahal, hanya Rp500 juta dan tidak sebanding dengan efek terhadap sosial dan perekonomian masyarakat, lanjut Nurdin.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah mengajak Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) untuk memberi solusi terkait keluhan masyarakat kepulauan di Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, pemerintah memang seharusnya harus hadir dalam setiap kerisauan-kerisauan itu, hal sekecil itu dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nurdin Abdullah.

Ide Gubernur Nurdin Abdullah seketika muncul saat melihat tim BPPT di Pulau Dewata Bali.

Tekhnologi ini kemudian hadir di Sulsel, dimulai dari Pulau Barrang Caddi dan Pulau Samalona yang diresmikan akhir Desember 2019.

Tekhnologi BPPT dengan menghadirkan Arsinum sudah dibuktikan beberapa daerah, termasuk Kepulauan Pangkep dan beberapa daerah di luar pulau Sulawesi.

Kapasitas produksi Arsinum di Pulau Barrang Caddi sebanyak 5.000 liter per hari, dengan rata-rata penggunaan hanya 3.000 liter.

Sementara Deputi Bidang Tehnologi Pengembangan Sumber Daya Air BPPT Yudi Anantasena mengapresiasi inisiatif Gubernur Sulsel  atas kepekaannya menghadirkan air bersih bagi masyarakat kepulauan.

“Kami ucapkan apresiasi kepada Bapak Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. Sekali lagi kami sampaikan siap bekerja sama dengan Pemprov Sulsel maupun Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan air siap minum di kepulauan yang ada di Sulsel,” kata dia.

Kehadiran instalasi arsinum ini tidak hanya bermanfaat dalam segi konsumsi tapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Masyarakat pulau tersebut tidak perlu merogoh kocek lebih dalam hanya untuk sekadar beli air bersih dari daratan Kota Makassar yang dihargai Rp5000/galon. Arsinum ini hanya dihargai Rp3000/galon.

Sumber : Antara