Search
Close this search box.

Komentar Pimpinan KPK Saut Situmorang Berbuntut Panjang

Table of Contents

Wakil Ketua Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang  |Foto : Ist
Wakil Ketua Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang |Foto : Ist

RAKYAT SULAWESI–JAKARTA, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menuntut Wakil Ketua Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang untuk mundur dari jabatannya. Saut dinilai mengeneralisasi kader HMI yang dianggap melakukan korupsi.

Berdasarkan pernyataan dalam talkshow di salah satu televisi nasional, Saut Situmorang mengatakan bahwa “Mereka orang-orang cerdas ketika menjadi mahasiswa, kalau HMI minimal LK I. Tapi ketika menjadi pejabat, mereka korup dan sangat jahat.”

HMI Cabang Makassar, Sulawesi Selatan menilai pernyataan Komisioner KPK Saut Situmorang secara tidak langsung telah mendeskritkan lembaga eksternal kemahasiswaan HMI.

“Jelas ini mendeskreditkan lembaga kami, pernyataan itu menjadi tamparan keras buat lembaga ini,” tegas Ketua HMI Cabang Makassar Hasan Basri Baso, Sabtu.
Menurut dia, Situmorang telah mencederai marwah HMI melalui pernyataannya dengan menyebut kader HMI yang lulus pengkaderan minimal LK I korupsi dan sangat jahat.

“Statement itu merugikan lembaga dan mencederai demokrasi bahkan membawa keburukan citra HMI bagi kader dan alumni yang berkiprah dalam berbagai profesi,” ujarnya.
Dia menyayangkan mengapa anggota KPK menyatakan seperti itu, apakah sudah dipikirkan dampaknya, mengingat belum ada bukti kuat apakah kader HMI yang sudah melalui pengkaderan lanjut adalah koruptor dan sangat jahat.

Sebagai langkah untuk menyikapi persoalan itu, HMI telah melakukan konsolidasi dengan tiga cabang yakni HMI Makassar, HMI Gowa Raya dan HMI Cabang Bima di Makassar dan berencana melakukan konsolidasi nasional untuk mendesak Sitomorang meminta maaf.

“Kami juga meminta Situmorang mundur dari jabatannya serta mendesak Presiden memecatnya. Selain itu Situmorang harus meminta maaf secara terbuka dan kelembagaan kepada HMI karena dinilai merusak citra HMI. Majelis Dewan Etik KPK harus mengusut pelanggaran kode etik orang itu,” ucap Basri.

Hingga saat ini berdasarkan pantauan sejumlah massa HMI melakukan unjukrasa di depan kampus UIN Alauddin, beberapa lainnya di bawah jembatan layang perempatan jalan Urip Sumoharjo-Andi Pengeran Pettarani.

Selain itu lainnya juga melakukan aksi di depan sekertariat HMI di jalan Botolempangan, Kecamatan Ujungpandang sambil membakar ban bekas ditengah jalan menuntut agar Situmorang segera diberikan sanksi karena dinilai melecehkan organisasi.

Hingga saat ini, sebanyak 59 komisariat yang tergabung dalam HMI Cabang Makassar melakukan unjuk rasa di depan Sekretariat HMI Cabang Makassar.

[Pit/CNN]

Rekomendasi Hotel di Kaliurang Jogja
Villa Kaliurang Indah: Penginapan Romantis dengan Pemandangan Gunung
5 Rekomendasi Jasa Fotografer Liburan di Jogja, Moment Seru Harus Diabadikan Dong!
Abadikan Momen Seru Liburan Anda dengan Fotografer Handal di Jogja
Vietnam Airlines Buka Penerbangan ke Munich
Vietnam Airlines Terbang ke Destinasi Baru: Munich
Garrya Residences Pertama Diluncurkan di Phuket
Garrya Residences: Pilihan Terbaik untuk Hunian di Phuket
8 Proyek Jalan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
Perumda Parkir Makassar Raya: Jukir Tidak Ditarget Dengan Karcis
Perumda Parkir Makassar Raya: Jukir Tidak Ditarget Dengan Karcis
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar dan Perumda Parkir Makassar Masih Jadi PR
Jukir Liar dan Perumda Parkir Kota Makassar Masih Jadi PR
Game Steam Offline Gratis, Terbaru dan Ringan
10 Daftar Game Steam Offline Gratis, Terbaru dan Ringan
5 Pentolan KKB, dari Lekagak Telenggen hingga Egianus Kogoya
5 Pentolan KKB, dari Lekagak Telenggen hingga Egianus Kogoya