Pembuatan website unlimited murah
Search
Close this search box.
Rakyat Sulawesi Jasa Pembuatan dan penayangan Artikel berita Seo

HMI Cabang Makassar Demo Minta Kapolri Mundur

BERITA RAKYATSULAWESI – .COM, MakassarDibawah jembatan Fly Over jalan urip Sumiharjo makassar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar kembali turun kejalan berunjuk rasa sekitar pukul 16.00 Wita, dengan membakar ban bekas jumat, 24 mei 2019.

Aksi unjuk rasa Kader Himpunan Mahasisiwa Islam (HMI) itu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang dianggap tidak mampu mengamankan peserta aksi didepan kantor Bawaslu RI.

Diketahui, atas dasar kekecewaan puluhan kader HMI yang memakai baju almamater Hijau Hitam turun kejalan sebagai bukti bahwa Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam adalah Organisasi yang memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan masyarakat.

“Dijelaskan, Dalam sebuah demokrasi dapat diartikan sebagai suatu transformasi atau proses untuk mencapai suatu sistem yang demokratis. Sedangkan makna dan substansi kata demokrasi itu sendiri berarti secara sederhana pemerintahan dari Rakyat oleh dan untuk Rakyat. Oleh karena itu demokrasi merupakan sistem yang bertumpu pada kedaulatan Rakyat, mekanihilisme terhadap daulat elite atau daulat partai, daulat Negara pun daulat Militer sejatinya mesti disingkirkan. (Pasal 1 Ayat 2 UUD 1945)”, tutur Ketua Bidang PTKP Cabang Makassar, Mansyur dalam orasinya.

foto Aksi HMI bakar ban di Fly Over

Negara Indonesia adalah negara hukum sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Ayat 3 UUD 1945, hal itu ditandai dengan adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hakhak asasi manusia, pemerintahan diselenggarakan berdasarkan atas hukum.

Lanjut Mansyur menambahkan, jika melihat dua pengertian diatas kemudian dihubungkan dengan kondisi bangsa saat ini, dimana telah terjadinya tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap para massa aksi (Rakyat Indonesia) didepan kantor Bawaslu dan daerah sekitarnya, yang menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut dikarenakan kepolisian dalam menjalankan tugasnya tidak lagi berada dalam prinsip negara hukum sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Anggota kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa sebagaimana dimaksud, kepolisian dalam hal itu, menggunakan senjata api sebagai perangkat keras dan bahkan peluru tajam yang diarahkan untuk menembak para massa aksi”, jelas Mansyur.

“Oleh karena itu, kami dari kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar menyatakan sikap “Jangan Bungkam Demokrasi Kami”.bukan hanya itu, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga menyampaikan tuntutannya sebagai berikut :
1. Presiden Jokowi harus bertanggungjawab atas kondisi bangsa saat ini

2. Pecat Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian.

3. Mendesak Menkopolhukam untuk mundur dari jabatannya.

4. Bubarkan Tim Pembatasan Akses Media Sosial.

5. Revisi Undangundang ITE. (*)

Berita Terkait Lainnya

Polisi Bekuk Dukun Cabul Cilacap. Para Korban Disetubuhi Hingga Puluhan Kali atau Diancam Gila
OJK akan Keluarkan Aturan Baru Industri Modal Ventura
Suami KDRT Istri di Tangerang, Korban Dipukul Pakai Balok di Kepala dan Hampir seluruh Tubuh
Pemerkosaan di Tangerang: Korban Direcoki Miras oleh 4 Pemuda Sebelum Merudapaksa
1 KM Berapa Menit Jalan Kaki, Naik Motor, Berlari dan Naik Mobil: Perbandingan Kecepatan Perjalanan
Hamas: Israel Serang Gaza Atas Perintah AS dan Barat
GOR UNHAS JK Arenatorium: Tempat Olahraga Terkemuka di Makassar
GOR UNHAS JK Arenatorium: Tempat Olahraga Terkemuka di Makassar
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Strategi "Smart City" Menuju Kota Dunia: Menggapai Puncak Global
Strategi "Smart City" Menuju Kota Dunia: Menggapai Puncak Global
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Asripan Nani Lantik Pengurus BAZNAS Kotamobagu Periode 2023-2028
Resmi! La Ode Darwin Diusung Partai NasDem Tarung Pilkada Mubar 2024
Yudhianto Mahardika Dapat Dukungan Emak-emak Gemoy dan Kerabat
Bakal Calon Bupati Sumarling Majja Optimis di Pilkada Kolaka Utara
05-31-24_GHIW_Villa-Patio-Rendering__thumbnail_2-1
Tepis Isu yang Beredar, La Ode Asrafil: Saya Tetap Solid Bersama Bachrun Labuta di Pilkada Muna
9 Rekomendasi Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Solusi Terbaik untuk Masalah Tulang dan Cedera
Partai Perindo Berikan Surat Tugas ke Yudhianto Mahardika Maju Cawalkot Kendari
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Grand Lisboa Palace Resort Macau: Liburan Penuh Kemewahan
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Program Lorong Wisata, Mengungkap "Harta Karun Tersembunyi"
Event-di-Jogja-Bulan-Juli-2024-1
Info Event di Jogja Bulan Juli 2024, Gak Dateng Rugi!
uii
Tak Lolos UGM Jangan Galau, Simak Rekomendasi 7 Universitas Swasta Terbaik di Jogja yang Diakui Dunia
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Dinas PU Makassar
Dinas PU Makassar
Kontainer Digembok, Warga Butung Sesalkan Sikap Lurah Butung Kota Makassar
Kontainer Digembok, Warga Sesalkan Sikap Lurah Butung Kota Makassar
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Skip to content