Search
Close this search box.
Rakyat Sulawesi Jasa Pembuatan dan penayangan Artikel berita Seo

Pengamat: Tiga Hal yang Membuat Tapera Kontroversi

Medan, RAKYATSULAWESI.COM

Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) merupakan kebijakan pemerintah yang belakangan memicu kontroversi, perdebatan dan polemik di masyarakat. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ‘Tabungan Penderitaan Rakyat’.

“Secara objektivitas, hal yang ingin digolkan pemerintah adalah mendorong masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memiliki rumah sendiri,” ujar pemerhati kebijakan publik Boy Anugerah saat dihubungi mistar.id, Jumat (7/6/24).

Menurut Boy, Gen-Z sekarang banyak yang menjadi generasi sandwich (menanggung beban orang tua), sehingga apa yang menjadi kebutuhan dasarnya sendiri, termasuk rumah, sulit dicapai.

Pemerintah coba menjembatani ini dengan membantu masyarakat untuk memiliki rumah sendiri. Masyarakat diminta menyisihkan penghasilannya 2,5 persen untuk Tapera.

Baca juga: Penerapan Tapera 2027, Pemerintah Tunggu Aturan dari Kementerian

“Besaran totalnya sebenarnya 3 persen. Dua setengah persen ditanggung pekerja, baik pemerintah atau swasta, sisanya ditanggung perusahaan,” lanjutnya.

Kenapa Menjadi Kontroversi?

Menurut Boy, penyebab pertama adalah, karena Tapera bukan jaminan dan perlindungan sosial. Sedangkan tabungan sifatnya sukarela.

“Disebut sebagai tabungan tapi sifatnya tidak sukarela. Jadi secara konsep, tabungan ini terkesan memaksa,” jelasnya.

Kedua, kebijakan ini mendapat penolakan dari pekerja dan pengusaha. Sebab dari pekerja sudah banyak potongan tiap bulannya, seperti BPJS, BPJS Ketenagakerjaan, dan asuransi lainnya.

Kurang lebih angsuran di golongan pekerja itu jika ditotal bisa mencapai 10-12 persen dari penghasilan per bulan.

Baca juga: Tolak Tapera, Serikat Buruh akan Demo 11 Juni Mendatang

Dari sisi asosiasi pengusaha, total beban yang harus dibayarkan ke pemerintah digabung dengan Tapera ini bisa mencapai 18 persen.

Faktor selanjutnya adalah kenaikan gaji berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, tiap tahun hanya di kisaran 3 persen. Tapi daya beli masyarakat tidak meningkat.

Sehingga, ketika ada kebijakan Tapera, kenaikan gaji 3 persen tiap tahun tersebut sudah pasti tergerus.

“Untuk memoderasi ini, pemerintah beragumentasi kebijakan ini tidak serta merta dilakukan tahun ini, tapi tahun 2027. Itu yang membuat polemik. Kalau memang masih lama, mengapa disounding dari sekarang? Apakah semacam tes ombak dulu?” lanjut Boy.

Menurut pria yang juga staf ahli MPR RI ini, sekarang pemerintah baiknya mengatensi masukan-masukan ini, baik protes dari pekerja mau pun asosiasi pengusaha.

“Karena PR pemerintah saat ini seharusnya adalah memajukan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat terlebih dahulu,” tutupnya. (maulana/hm20)

Berita Terkait Lainnya

DPRD Provinsi Bengkulu,Gunadi Yunir, Dorong Persiapan Matang PPDB
IMG_20240622_104011_466-2048x983-1
IMG-20240622-WA0023-2048x1365-1
Sarfiah: Berharap Sultra Dipimpin Gubernur Perempuan 
Gubernur Rohidin Buka Turnamen Gateball Gubernur Cup 2023
DSC1404-1
Rental Motor Jambi dengan Rating Terbaik dan Tips Memilihnya
5 Tips Manajemen Waktu Agar Menjadi Lebih Efektif
3 Cara Mengatasi Rasa Sakit Gigi Melalui Pijatan
5 Cara Menghilangkan Rasa Malas dan Mengendalikannya
Panduan Lengkap Puisi Maulid Nabi
Pengertian Proposal, Fungsi, Tujuan, Unsur dan Macam-Macam Bentuk Proposal Terlengkap
Soal Luas Permukaan Balok
Pengertian Tuas atau Pengungkit, Rumus, Macam Macam dan Contoh Tuas Lengkap
Asripan Nani Lantik Pengurus BAZNAS Kotamobagu Periode 2023-2028
Resmi! La Ode Darwin Diusung Partai NasDem Tarung Pilkada Mubar 2024
Yudhianto Mahardika Dapat Dukungan Emak-emak Gemoy dan Kerabat
Dapat Dukungan Parpol, Calon Bupati Sumarling Majja Pastikan Tarung Pilkada Kolaka Utara 2024-2029 
05-31-24_GHIW_Villa-Patio-Rendering__thumbnail_2-1
Tepis Isu yang Beredar, La Ode Asrafil: Saya Tetap Solid Bersama Bachrun Labuta di Pilkada Muna
9 Rekomendasi Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Solusi Terbaik untuk Masalah Tulang dan Cedera
Partai Perindo Berikan Surat Tugas ke Yudhianto Mahardika Maju Cawalkot Kendari
Intur-2024-PC-1
Festival Indonesia Bertutur Digelar Agustus 2024
simkel
Jadwal dan Lokasi SIM Corner Sleman Terbaru Bulan Juni 2024, Cek Syarat Perpanjangan di Sini
krl
Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Bulan Juni 2024, Cek Infonya di Sini
Hotel-Exterior-1
Nostalgia Gedung Hotel Kolonial Tua di Jakarta
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Jelang Pitch Black 2024, TNI AU dan Angkatan Udara Australia Gelar Final Planning Conference
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Dugaan Penyebab Tentara AS Meninggal di Hutan Karawang
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Jerman Tangkap Tiga Orang Terduga Mata-mata Cina
Dinas PU Makassar
Dinas PU Makassar
Kontainer Digembok, Warga Butung Sesalkan Sikap Lurah Butung Kota Makassar
Kontainer Digembok, Warga Sesalkan Sikap Lurah Butung Kota Makassar
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"