Muhammad SAW Telah Meninggal, Alquran Perlu Direvisi?

Rakyatsulawesi.co.id – Pernyataan Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar, Qasim Mathar sebagaimana dilansir muslimdaily.net bahwa Al- Qur’an perlu direvisi karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah meninggal dunia sehingga tak cocok lagi.

Berikut pernyataan Prof Dr Qasim Mathar, bertempat di Lecture Theater UIN Alauddin, seperti dikutip muslimdaily.net:

Bacaan Lainnya

Pegiat #IndonesiaTanpaJIL wilayah Makassar bekerja sama dengan BEM-Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan diskusi tentang”Islam Liberal” dengan menghadirkan dua pembicara.

Diskusi berjalan menarik karena menghadirkan dua pembicara yang memiliki latar belakang pemikiran berbeda antara yang menolak “Islam Liberal” dengan yang mendukung liberalisme Islam.

Di kubu anti JIL diwakili oleh Akmal Sjafril, MPd.I, sedangkan di kubu pendukung JIL diwakili oleh Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar Prof Dr HM Qasim Mathar.

Memulai pembicaraan mengenai definisi agama, Prof Qasim membuat beberapa pernyataan kontroversial.

Di antara pernyataan-pernyataan kontroversial lulusan program Doktor IAIN Jakarta itu adalah: “Tidak akan kafir seseorang yang agamanya Islam walaupun dia melenceng dari ajaran akidah Islam,” katanya seperti disampaikan oleh Zilqiah Angraini, salah seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL melalui akun Twitter.

“Jangan teriak kafir kepada sesama umat Islam,” kata guru besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar itu. “Orang beragama itu ibarat lagi main bola di lapangan, bola itu kamu tendang ke mana bolanya ngga akan kafir,” ujarnya lagi.

“Jangan membatasi penafsiran Al Qur’an karena generasi ke depan lebih jago daripada generasi yang zaman dulu,” lanjutnya. “Seharusnya dalam Islam tidak usah ada istilah poligami, karena pernikahan sempurna itu hanya monogami,” masih kata Qasim, (21/6/2012).

Pos terkait