Kondisi Politik 2015 Diprediksi Enggak se-Hot 2014

JAKARTA – Kondisi politik di tahun 2015 masih akan dipengaruhi dari situasi di tahun sebelumnya. Pasalnya, sepanjang tahun 2014 terdapat dua pesta demokrasi yakni pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).

“Kondisi politik 2015 masih dipengaruhi suasana politik 2014,” ujar peneliti politik dari Indostrategi, Pangi Syarwi Chaniago kepada Sindonews, Jumat (2/1/2015).

Bacaan Lainnya

“Namun tendensi cuaca politik 2015 tak akan se-ekstream 2014 karena tahun tersebut disebut tahun politik,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Ipang ini menyampaikan, pelaksanaan pileg di tahun 2014 terjadi kompetisi bukan dengan partai lain, namun sesama internal caleg partai yang berkontestasi.

“Sementara pelaksanaan Pilpres 2014 turbulensi sangat tinggi karena hanya ada dua calon capres dan cawapres yaitu Prabowo-Hatta versus Jokowi-JK,” terangnya.

Atas hal ini, pertarungan di Pilpres 2014 dihadirkan secara head to head antar kandidat.

“Akibatnya dukungan sumbu api terkonsentrasi pada dua kandidat capres yang ada potensi memunculkan benturan keras dari masing masing pendukung,” katanya.

Namun, persaingan itu berakhir setelah pasangan capres Prabowo-Hatta hadir di pelantikan Jokowi-JK sebagai kepala negara.

Karena dari inilah kondisi politik di dalam negeri diprediksi tak sepanas yang terjadi sepanjang tahun 2014 karena dilalui dua momen penting tersebut.

“Kehadiran Prabowo sontak menjadi berita yang membahagiakan dan memukau sehingga membolak-balik emosional publik,” tuturnya.

“Saya rasa sebuah tradisi politik yang penuh dengan kegembiraan karena adanya nilai kenegarawanan dan pantas tradisi politik tersebut diwariskan pada generasi selanjutnya,” pungkasnya.

Pos terkait