Panen Sinyoyoi Anjlok Akibat Hama

Rakyat Sulawesi -MAMUJU, Kurangnya hasil panen akibat serangan hama di kelurahan Sinyonyoi kecamatan Kalukku Mamuju menjadi perhatian Dinas pertanian dan Peternakan (Distanak) Mamuju.

Kepala Seksi Bidang Hama Bidang Pertanian Distanak Mamuju Alwi menyampaikan, metode paling tepat mengatasi hama, yakni, memberikan racun Ratgon dan Snaildok.

Racun ini secara spontan bisa mematikan hama tikus, ular dan keongmas. Namun menurut Alwi, tidak berdampak buruk bagi tanaman padi petani.

Petani, kata dia, juga bisa mengatasi hama dengan cara menanam padi sesuai jadwal musim tanam. Dilakukan secara bergiliran antara padi dan palawija (tanaman sela).

“Mengapa demikian? supaya serangan hama tikus, ular maupun keong mas tidak bisa berkembang. Sudah ada beberapa daerah yang menanam sesuai petunjuk jadwal tanam, dan hampir semua berhasil,” ungkap Alwi di Mamuju, Rabu 30 Oktober.

Selain itu, Distanak mengaku sudah memasang petugas selaku pengamat hama di setiap daerah guna mendukung kelompok tani (Poktan) di Mamuju. Mereka bertugas melaporkan perkembangan hama pertanian tiap bulannya.

Sementara untuk bantuan racun hama, Distanak akan memberikan langsung kepada masing-masing Poktan sesuai laporan tertulis pengamat hama dari masing-masing daerah.

“Kami tidak memberikan sebelum ada laporan tertulis dari pengamat hama. Kecuali pupuk dasar dan pupuk urea, kami langsung bagikan kepada kelopok tani,” papar Alwi.

Sayangnya untuk kelurahan Sinyoyoi, belum dapat tersentuh bantuan racun. Meski mengetahui adanya serangan hama di daerah itu, namun Distanak mengaku belum menerima laporan tertulis terkait keluhan petani Sinyoyoi.

Awal Oktober dikabarkan bahwa petani Kalukku Mamuju mengeluhkan minimnya hasil panen mereka.

Itu karena merebaknya hama tikus dan wereng yang terus menyerang tanaman padi. Kondisi ini diperparah ternak masyarakat yang dibiarkan berada di lahan persawahan.

Kepala lingkungan Pure Timur Sinyonyoi Kalukku Syamsuddin membenarkan keluhan para petani. Dijelaskan, pada Juni-Juli 2013, hasil panen di wilayahnya mencapai 40 karung perhektar. Normalnya, kata dia, sebanyak 60 karung perhektar.

Namun karena serangan hama, maka pada musim panen kedua, medio Agustus-September hasilnya hanya 20 karung perhektar.

Syamsuddin berharap ada campur tangan pemerintah setempat mulai dari Lurah dan Camat untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan tersebut.