Search
Close this search box.

Jokowi dan Prabowo, Tokoh Sentral Politik Indonesia 2014

Daftar Isi Berita

Jakarta – Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Taufik Basari, mengakui, sepanjang 2014 ada dua tokoh sentral yang paling banyak dibicarakan orang, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Keduanya merupakan tokoh sentral yang sedikit banyak telah membawa perubahan dalam proses pemilu yang dramatis.

“Kedua sosok ini masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan yang berada pada titik paling ujung,” kata Taufik yang juga Ketua Bidang Hukum, Advokasi & HAM DPP Partai NasDem, Jumat {2/1).

Jokowi, kata dia, masyarakat melihatnya sebagai sosok yang sederhana, merakyat, simpel, dan lugas. Publik melihatnya seperti keseharian kebanyakan orang. Tidak heran ketika saat mendukung pencalonannya, Partai NasDem ikut menyuarakan tagline “Jokowi adalah Kita” karena memang yang dirasakan Jokowi adalah rakyat juga.

“Yang dirasakan ya Jokowi adalah kita-kita ini. Jokowi punya kesempatan maju sebagai presiden, mulai dari Walikota dan Gubernur. Tetapi pembawaannya dalam memimpin seperti keseharian kita-kita ini. jauh dari soosk kebanyakan orang,” ucap pria yang akrab disapa Tobas ini.

Sedangkan sosok Prabowo masih dilihat orang sebagai tokoh yang seperti pejabat. Bisa dilihat dari ketika berbicara, ketika menyampaikan sesuatu itu berjarak karena memang karakternya adalah karakter pemimpin yang ada sejak dari zaman orde baru.

“Benar-benar harus ditempatkan sebagai orang yang dihormati sehingga menimbulkan jarak,” ujarnya.

Dalam hal keunggulan Prabowo, dikatakan, Mantan Danjen Kopassus itu dinilainya sebagai sosok yang cerdas, punya kemampuan bahasa dan berbicara, sehingga masyarakat melihat yang bersangkutan sebagai tokoh yang mampu menjelaskan apa yang menjadi pokok pikirannya dengan baik.

“Kemudian gaya berbicaranya (Prabowo) yang kharismatik. Pada akhirnya ketokohan model seperti ini ternyata juga banyak disukai publik,” kata Tobas.

Dari sisi rekam jejak, menurutnya kedua tokoh tersebut juga berada di titik paling ujung. Jokowi dianggap sebagai harapan baru karena tidak punya keterkaitan sama sekali dengan orde baru (Orba), tidak pernah terlibat di sebuah cacatan memori publik. Karena orang baru, maka menimbulkan harapan baru.

Sebaliknya Prabowo, ketika orang mempelajari rekam jejaknya, pasti akan melihatnya saat menjabat di petinggi militer yang penuh dengan catatan-catatan. Beban masa lalu dianggap merupakan kekuarangan besar Prabowo.

Kemudian terkait dengan ide dan gagasan, dua-duanya dinilai memiliki kesamaan ingin membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, namun caranya yang yang berbeda. Jokowi ingin membawa suatu perubahan mental publik yang dipercaya akan memberikan kemajuan bagi bangsa.

Sementara prabowo juga sama-sama punya keinginan memajukan Indonesia, namun bedanya Prabowo lebih mengutamakan soal kemandirian dan membangkitkan semangat bahwa kita bisa. “Semangat positif kedua tokoh yang semakin dikagumi,” ujarnya.[B1]

Berita Terkait Lainnya

3 Cara Mengatasi Rasa Sakit Gigi Melalui Pijatan
Enam Obat Racikan Rumahan Untuk Mengatasi Sakit Gigi
30 Daftar Alamat Kantor Asuransi Kesehatan di Indonesia
Panduan Lengkap Bagaimana Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat
15 Manfaat Yang Diperoleh dari Asuransi Kesehatan
5 Rekomendasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Jogja
Latopslagab 2024 di Laut Jawa dan Bali Akan Digelar 22-26 Mei
Latopslagab 2024 di Laut Jawa dan Bali Akan Digelar 22-26 Mei
Satgas PBB TNI Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Sudan Selatan
Satgas PBB TNI Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Sudan Selatan
Tantangan yang Dihadapi oleh GOTO
Peluang dan Tantangan yang Dihadapi oleh GOTO, Setelah Tokopedia Diambil Alih oleh TikTok
Grill-One-Jogja-1
8 Rekomendasi Sewa Alat Grill di Jogja, BBQ-an Anti Ribet dan Lebih Murah
Asmawa Tosepu Ambil Formulir di Partai NasDem
Asmawa Tosepu Ambil Formulir di Partai NasDem
Oknum Kepsek di Pangkep Diduga kuat Terlibat Money Politik
Oknum Kepsek di Pangkep Diduga kuat Terlibat Money Politik
Prabowo-Gibran Ungguli “Quick Count”, Seakurat Apa Metode Ini?
Prabowo-Gibran Unggul di Quick Count: Analisis Hasil Pemilihan
Prabowo-Gibran akan Terapkan Ekonomi Pancasila
Prabowo-Gibran akan Terapkan Ekonomi Pancasila
Grill-One-Jogja-1
8 Rekomendasi Sewa Alat Grill di Jogja, BBQ-an Anti Ribet dan Lebih Murah
Halal Fair Yogyakarta 2024, Explore dan Dapatkan Pengalaman Baru
Halal Fair Yogyakarta 2024, Explore dan Dapatkan Pengalaman Baru
5 Rekomendasi Jasa Fotografer Liburan di Jogja, Moment Seru Harus Diabadikan Dong!
Abadikan Momen Seru Liburan Anda dengan Fotografer Handal di Jogja
Rekomendasi Hotel di Kaliurang Jogja
Villa Kaliurang Indah: Penginapan Romantis dengan Pemandangan Gunung
Latopslagab 2024 di Laut Jawa dan Bali Akan Digelar 22-26 Mei
Latopslagab 2024 di Laut Jawa dan Bali Akan Digelar 22-26 Mei
Satgas PBB TNI Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Sudan Selatan
Satgas PBB TNI Distribusikan Bantuan Kemanusiaan di Sudan Selatan
GOERS Promo Komisi Event Creators Ramadhan 2024
GOERS Promo Komisi Event Creators Ramadhan 2024
Penganggaran Dishub Sulsel Terkait Pengembangan Pelabuhan Pattiro Bajo Milik Kemenhub Dipertanyakan
Penganggaran Dishub Sulsel Terkait Pengembangan Pelabuhan Pattiro Bajo Milik Kemenhub Dipertanyakan
8 Proyek Jalan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar
8 Proyek Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Jadi Temuan BPK
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar di Kota Makassar "Sulit Dibedakan"
Jukir Liar dan Perumda Parkir Makassar Masih Jadi PR
Jukir Liar dan Perumda Parkir Kota Makassar Masih Jadi PR
Terkait Jukir Liar dan Raibnya Helm Dinas TNI di Pasar Sentral
Perumda Parkir Makassar: Terkait Jukir Liar dan Raibnya Helm Dinas TNI di Pasar Sentral