"Ada Proyek Rp 64,9 M untuk Buat Tutup Botol di Primkoppol"

JAKARTA, — Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang menyebut perusahaan Budi Susanto, yaitu PT Citra Metalindo Mandiri Abadi (PT CMMA) juga melakukan kerja sama proyek pembuatan tutup botol dengan Primer Koperasi Polisi (Primkoppol) Direktorat Lalu Lintas Polri. Nilai proyek tersebut Rp 63,944 miliar.

“PT CMMA mengadakan kontrak dengan beberapa perusahaan yang butuh tutup botol. Salah satunya dengan Primkoppol, senilai Rp 63,994 miliar,” kata Sukotjo dalam kesaksiannya untuk kasus Budi, di Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi, Jakarta, Selasa (29/10/2013). Selain tutup botol, sebut dia, perusahaan Budi juga membuat pelat nomor untuk Primkoppol.

Sukotjo menuding Budi telah menjipak mesin pembuat pelat nomor kendaraan miliknya. PT CMMA tidak memiliki kualifikasi untuk memenangi tender proyek pengadaan simulator SIM. Karenanya, PT CMMA meminta tolong kepada
PT ITI.

“Saya bantu Anda (Budi) mendesain prototipe alat pembuat pelat nomor baru, di mana akhirnya Anda mengkhianati saya dengan meniru desain saya,” ujar Sukotjo yang selama persidangan meluapkan kemarahannya kepada Budi. Atas kesaksian itu, Budi hanya terlihat tertawa.

Budi pun membantah semua tudingan Sukotjo. Dalam kasus dugaan korupsi simulator, Budi didakwa telah memperkaya diri sendiri senilai Rp 88,4 miliar. Dia juga dianggap telah memperkaya orang lain yaitu mantan Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Djoko Susilo sebanyak Rp 36,9 miliar.

Selain itu, Budi juga dituduh memperkaya Wakakorlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo sebesar Rp 50 juta, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang sebesar Rp 3,9 miliar, dan Primkoppol Polri senilai Rp 15 miliar. Perbuatannya disebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 144,984 miliar atau Rp 121,830 miliar dalam
perhitungan kerugian negara oleh ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan.

sumber:kompas