DPRD Matra Terima Aspirasi Masyarakat Pasar

PASANGKAYU, DPRD Kabupaten Mamuju Utara (Matra) belum lama ini menerima Aspirasi Masyarakat pasar di ruang Aspirasi DPRD Matra yang dipimpin langsung Wakil Ketua 2 DPRD Matra, Uksin Djamaluddin, dan dihadiri Anggota DPRD Matra lainnya serta perwakilan Masyrakat dan beberapa Instansi terkait di Mamuju Utara, Kamis.
Dalam tuntutannya, masyarakat meminta agar pasar Smart pasangkayu yang baru ditempati agar menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah
(Pemda), pasalnya pasar yang telah ditempati saat ini belum memenuhi syarat, dimana pasar tersebut masih kekurangan los, ditambahlagi belum adanya penerangan lampu jalan, akses jalan yang belum memadai serta tidak tersedianya air bersih.

Pimpinan rapat, Uksin Djamaluddin mengemukakan, kalau persoalan ini harus dengan segera dicarikan solusinya dan ditindaklanjuti.
“bila kita berbicara mengenai persoalan pasar, kita harus optimal bekerja, pasalnya kita tahu, pasar adalah salah satu wadah yang menjadi tempat mata pencaharian masyarakat kita dimana banyak masyarakat yang kehidupannya tergantung dari pasar itu sendiri”, tegas Uksin.

Bacaan Lainnya

Sesuai hasil rapat Aspirasi ini, lanjut Uksin, “besok, (jumat-red), kita harus melakukan peninjauan ke Pasar sesuai dengan tuntutan masyarakat, saya berharap agar semua instansi terkait dapat turut serta turun kelapangan agar dapat mendengar langsung apa yang menjadi kendala selama ini”, ‘ujar Uksin.

Tinjau Pasar
usai menerima aspirasi masyarakat, Uksin bersama rombongan dari DPRD dan beberapa instansi langsung melakukan peninjauan ke Pasar, setibanya di pasar Smart, Tim dari DPRD diterima dengan ramah oleh masyarakat dan beberapa masyarakat langsung mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini menjadi tuntutan mereka, dan sangatlah disayangkan, setiba dilokasi, Tim juga mendapatkan adanya pungutan-pungutan yang tidak jelas di lokasi pasar sesuai dengan aduan masyarakat pasar saat itu, sehingga, salah satu Anggota DPRD Matra dari Partai Golkar, Saipuddin A Baso, angkat bicara dan berharap agar hal serupa tidak lagi terjadi.

“jangan pernah ada oknum yang memanfaatkan keadaan ini, sehingga dapat membuat masyarakat terbebani apalagi melakukan pungutan yang tidak jelas”, ungakap Saipuddin. (edy)

Pos terkait