DPRD Makassar Dukung Penutupan Lokalisasi Nusantara

Ilustrasi – Jl. Nusantara Makassar [Foto : Ist]MAKASSAR – DPRD Makassar mendukung keinginan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menutup kawasan lokalisasi di Jalan Nusantara, Makassar. Ramdhan ditantang mengikuti jejak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berani menutup Doly, tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

 

Bacaan Lainnya

“Saya sebagai Ketua Fraksi Hanura sangat mendukung, Pak Wali Kota Makassar untuk menutup kawasan Nusantara. Apalagi memang setiap tahun selalu saja ada masalah, bahkan sampat terjadi pembunuhan,” ungkap Ketua Fraksi Hanura, Yunus HJ, Senin di Makassar.

 

Dia mengatakan, lokalisasi Doly di Surabaya saja yang telah mengakar bisa ditutup apalagi, kawasan Nusantara yang usianya jauh lebih muda.

 

“Saya yakin Pak Danny lebih berani daripada Wali Kota Surabaya yang berani menutup Doly. Kita sangat mendukung jika itu dilakukan dan bukan saja ditutup tetapi dijaga 24 jam,” tegas Ketua Fraksi Hanura, Yunus HJ.

 

Yunus membeberkan jika tempat hiburan di Nusantara hanya memiliki izin THM. Namun faktanya, setiap tempat memiliki kamar-kamar dan menyiapkan perempuan. “Saya setiap kali reses menemukan fakta itu. Itu menyalahi izin, makanya kalau ditutup sudah sangat wajar,” ungkap Yunus.

 

Anggota Fraksi Golkar Rahman Pina bahkan telah menggalang dukungan di DPRD Makassar untuk menutup lokalisasi itu.

 

Dia mengaku, telah mengantongi dukungan sekitar delapan anggota DPRD Makassar. “Sudah ada dukungan dari sejumlah anggota DPRD dan saya yakin semua mendukung penutupan di Nusantara,” ujar Rahman.

 

Rahman menjelaskan, penutupan Nusantara harus secepatnya dilakukan untuk menutup ruang eks Doly di Makassar. Pasalnya, Rahman mengaku, mendapatkan informasi sekitar 100 PSK lepasan Doly saat ini mangkal di beberapa tempat di kawasan Nusantara.

 

“Informasi ada sekitar 100 PSK eks Doly yang saat ini di Nusantara. Ini tambah meresahkan warga, meskipun kita pahami akan banyak polemik yang muncul dengan penutupan, ” kata Rahman.

Rahman menanmbahkan, jika keberadaan lokalisasi Nusantara itu juga menciderai image Kota Makassar. Karena Jalan Nusantara merupakan pintu masuk Makassar karena berdekatan dengan Pelabuhan Soekarno-Hatta.

 

“Jadi etalase pertama yang dilihat setelah keluar dari pelabuhan sehingga kesannya Makassar adalah kota yang tidak benar karena pandangan pertama,” beber mantan wartawan itu.

 

Selain menutup Nusantara, Rahman meminta agar Wali Kota menyiapkan program setelah menutup kawasan lokalisasi itu.

 

Dia mencontohkan, pemberdayaan ke PSK sehingga tidak kembali ke pekerjaan yang sama di tempat lain. “Harus ada pemberdayaan eks PSK,” tandas Rahman. (MT)

Pos terkait